Sampingan

INFRASTRUKTUR E-LEARNING

Infrastruktur untuk membangun e-learning meliputi :

  1. Server
    Server adalah komputer khusus yang bertugas melayani aplikasi-aplikasi jaringan. Tingkat kebutuhan spesifikasi server sangat beragam dan tergantung pada fungsi server dan sistem operasi yang terpasang. (Madcoms, 2003 : 21).
  2. Client Server
    Client Server adalah komputer yang memanfaatkan layanan dari server. Sistem operasi jaringan Client Server memungkinkan untuk mensentralisasi fungsi dan aplikasi kepada satu atau dua dedicated file server. Sebuah File server menjadi jantung dari keseluruhan sistem, memungkinkan untuk mengakses sumber daya dan menyediakan keamanan. Linux, Novel Netware, dan Windows NT adalah contoh model sistem operasi jaringan Client Server. (Madcoms, 2003 : 3).
  3. UTP
    Kabel twisted pair dapat dibagi menjadi dua macam yaitu shielded yang memiliki selubung pembungkus dan unshielded yang tidak mempunyai selubung pembungkus.
  4. Konsentrator
    Konsentrator adalah perangkat yang digunakan untuk memperluas dan menambah jumlah komputer dalam sebuah jaringan. Konsentrator terdiri dari dua jenis yaitu hub dan switch. Perbedaan keduanya pada kemampuan transfer data. Pada hub kecepatan transfer data adalah 6,25 Kbps sedangkan pada switch kecepatan transfer data adalah 100 Kbps. (Madcoms, 2003 : 19).
  5. Modem
    Modem singkatan dari Modulator Demodulator yang berfungsi untuk mengkonversikan data digital ke data analog dari komputer pengguna ke komputer server melalui jalur telepon dan sebaliknya. (Madcoms, 2003 : 127).
  6. Setting LAN
    Cara yang paling efektif dan efesien untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain atau menghubungkan sejumlah komputer ke internet adalah dengan membangun jaringan lokal (local area network/LAN). Dengan adanya jaringan maka hanya diperlukan satu sambungan saja ke internet yang bisa dipergunakan secara bersama-sama oleh komputer yang tergabung dalam jaringan tersebut.
  7. Sharing Internet
    Agar semua computer client dapat terkoneksi dengan internet, maka koneksi internet di server harus di sharing ke dalam jaringan LAN.
  8. Trouble shooting Jaringan
    Jika koneksi antar komputer terputus maka kita harus mengecek penyebab putusnya koneksi tersebut. Adapun langkah-langkah pengecekan sebagai berikut :

    • Periksa Swicth menyala atau tidak
    • Periksa kabel UTP terlepas atau tidak
    • Periksa IP Address komputer tersebut sudah benar atau belum.Klik kanan pada ikon LAN kemudian klik Disable kemudian ganti dengan Enable.

LAYANAN & ISTILAH DALAM E-LEARNING

e-Learning memiliki beragam istilah yang digunakan oleh berbagai pihak. Istilah-istilah ini pada dasarnya mengacu pada hal yang sama sebagaimana konsep e-Learning. contoh istilah tersebut antara lain :

  1. CBT (Computer-Based Training),
  2. IBT (Internet-Based Training), dan
  3. WBT (Web-Based Training) adalah sinonim yang suka digunakan untuk menggantikan kata e-Learning.
Untuk penulisannya sendiri, e-Learning memiliki beberapa variasi penulisan. e-Learning kadang ditulis elearning,Elearning, atau eLearning.

KELEBIHAN & KEKURANGAN E-LEARNING

Kelebihan dari e-Learning

  1. Pembelajar dapat belajar kapan saja dan dimana saja mereka punya akses internet
  2. Efisiensi waktu dan biaya perjalanan
  3. Pembelajar dapat memilih materi pembelajaran sesuai dengan level pengetahuan dan interesnya
  4. Fleksibilitas untuk bergabung dalam forum diskusi setiap saat, atau menjumpai teman sekelas dan pengajar secara remote melalui ruang chatting
  5. Mampu memfasilitasi dan menerapkan gaya belajar yang berbeda melalui beragam aktivitas
  6. Pengembangan keterampilan TIK yang mampu mendukung aktivitas lain pembelajar
  7. Keberhasilan menyelesaikan pembelajaran/perkuliahan online mampu membangun kemampuan belajar mandiri dan kepercayaan diri pembelajar serta mendorong pembelajar untuk lebih bertanggung jawab dalam studinya.

Kekurangan dari e-Learning

  1. Pembelajar yang tidak termotivasi dan perilaku belajar yang buruk akan terbelakang/tertinggal dalam pembelajaran
  2. Pembelajar dapat merasakan terisolasi dan bermasalah dalam interaksi sosial
  3. Pengajar tidak mungkin selalu dapat menyediakan waktu pada saat dibutuhkan
  4. Koneksi internet yang lambat dan tidak handal dapat menimbulkan rasa frustasi
  5. Beberapa subjek/matakuliah bisa saja sulit direalisasikan dalam bentuk eLearning
  6. Pembelajar harus menyediakan waktu untuk mempelajari software/aplikasi eLearning sehingga dapat mengganggu beban belajarnya
  7. Pembelajar yang tidak familiar dengan struktur dan rutin software akan tertinggal dari temannya sekelas.

PENGERTIAN & KONSEP E-LEARNING

e-Learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :

Jaya Kumar C. Koran (2002)

    • e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
    • Dong (dalam Kamarga, 2002)
      e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
      elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
    • Rosenberg (2001)
      menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
    • Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
      eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
  • LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
    eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.
E-learning bisa juga dilakukan secara informal dengan interaksi yang lebih sederhana, misalnya melalui sarana mailing list, e-newsletter atau website pribadi, organisasi dan perusahaan yang ingin mensosialisasikan jasa, program, pengetahuan atau keterampilan tertentu pada masyarakat luas (biasanya tanpa memungut biaya).

e-Learning

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s